Doa: Memohon Kerelaan untuk Berkorban
Tuhan yang penuh kasih,
hari ini aku datang kepada-Mu dengan hati yang jujur.
Aku mengakui bahwa sering kali aku sulit berkorban.
Aku ingin mengikuti Engkau, tetapi aku masih menahan banyak hal.
Aku ingin taat, tetapi hatiku masih dipenuhi rasa takut, ego, dan kenyamanan diri.
Tuhan, ampunilah aku atas sikap yang enggan memberi yang terbaik bagi-Mu.
Ampuni ketika aku lebih memilih kehendakku sendiri daripada kehendak-Mu.
Ajarku untuk melihat bahwa pengorbanan bukanlah kehilangan,
melainkan jalan bagi Engkau bekerja dalam hidupku.
Ubahlah hatiku, ya Tuhan.
Lembutkan bagian-bagian dalam diriku yang keras
dan bukalah mataku untuk melihat betapa besarnya kasih-Mu.
Berikan aku keberanian untuk melepaskan hal-hal
yang menghambat pertumbuhan rohaniku.
Tolong aku belajar berkorban, bahkan dalam hal-hal kecil:
memberi waktu, menahan ego, merendahkan diri,
mengampuni, melayani, dan menolak godaan kenyamanan dunia.
Kiranya setiap langkah kecil ketaatan itu
menjadi persembahan yang berkenan bagi-Mu.
Tuhan, bentuklah aku menjadi pribadi yang rela,
yang mau dipakai oleh-Mu,
yang tidak takut menyerahkan apa pun
karena percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik.
Ajarku hidup seperti Kristus yang telah memberikan segalanya,
yang menunjukkan bahwa kasih sejati selalu disertai pengorbanan.
Terima kasih, Tuhan,
karena Engkau tidak menuntut sesuatu dariku
tanpa terlebih dahulu memberikan kasih yang jauh lebih besar.
Aku serahkan hidupku, kehendakku, dan masa depanku ke dalam tangan-Mu.
Dalam nama Yesus Kristus aku berdoa.
Amin.
Renungan Singkat Setelah Doa
Ketika kita menyadari bahwa hati sering tidak mau berkorban, itu adalah panggilan untuk kembali kepada Tuhan. Doa menjadi jembatan untuk memohon kekuatan, kerelaan, dan ketaatan. Pengorbanan yang kita lakukan—besar atau kecil—tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan.
Ia memakai setiap langkah ketaatan sebagai alat untuk membentuk, memulihkan, dan membawa kita pada rencana-Nya yang terbaik.












Komentar